Tuesday, December 20, 2022

BUNGLON ALIEN SI PEMBUAT RUSUH

Jika mendengar nama Alien, pasti yang terbayang adalah luar angkasa atau makhluk diluar bumi kita, yup dalam dunia satwa juga ada satwa-satwa yang dikenal sebagai jenis alien. Jenis Alien adalah spesies yang dibawa/terbawa masuk ke suatu ekosistem secara tidak alami. Yang umum adalah satwa tersebut dahulu adalah peliharaan, kemudian terlepas ke alam secara sengaja atau tidak sengaja. Salah satu jenis alien tersebut adalah Bunglon Taman (Calotes versicolor).


ALIEN YANG RUSUH

Bunglon Taman, daerah distribusi aslinya terbentang dari India hingga Semenanjung Malaysia. Bagaimana jenis ini bisa ada di Indonesia terutama di Jakarta adalah berawal dari hewan peliharaan yang terlepas secara sengaja. Ada juga yang terlepas tak sengaja dari pasar hewan.

Bunglon dengan ukuran kepala hingga ujung ekor mencapai 40 cm ini adalah jenis yang adaptif dan oportunis. Mungkin karena tidak ada predator alaminya di Indonesia sehingga mereka seenaknya menyebar dan berkembang biak, mereka makan apa saja yang mereka temukan, bahkan predator seperti belalang sembah saja mereka makan.

Salah satu bunglon local yang terkena imbasnya adalah si Bunglon Pohon (Calotes jubatus). Karena Bunglon pohon hanya dapat berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya, berbeda dengan si Alien yang bisa nyebrang jalan … apa nyebrang jalan? Yup bunglon ini punya kelebihan berani menyebrang jalan di tengah lalu lintas yang banyak mobil.

Emang rusuh ni bunglon, selain merusak ekosistem dia juga senang nyebrang jalan sembarangan he he he

Tuesday, December 13, 2022

KELUARGA TIKUSAN DI HUTAN MANGROVE ANGKE

Ada yang tahu kah ada burung yang mempunyai nama tikusan? Yup penamaan tersebut dikarenakan burung golongan ini memang ukuran nya kecil dan lincah pergerakannya. Burung-burung ini termasuk ke dalam keluarga Ralidae, dan di keluarga burung tersebut juga termasuk kelompok burung kareo dan mandar.

 

BURUNG TIKUSAN

Tikusan merah (Zapornia fusca) dan Tikusan alis-putih (Amaurornis cinerea) adalah jenis burung yang memakai nama tikusan, kedua jenis ini berukuran kecil sekitar 18 – 20 cm. Kedua jenis ini merupakan pemakan omnivora atau pemakan segalanya seperti moluska, serangga air, larva serangga, biji, pucuk tumbuhan rawa dan lain-lain.



JENIS SELAIN TIKUSAN

Selain yang bernama tikusan, keluarga burung tikusan yang hidup di mangrove angke juga terdapat jenis burung Kareo padi (Amaurornis phoenicurus) dan Mandar besar (Porphyrio porphyrio), kedua jenis burung ini ukurannya lebih besar di bandingkan tikusan, sekitar 25 – 40 cm namun sama-sama Omnivora sehingga 4 jenis ini kadang berbagi relung di hutan mangrove angke yang kecil luasannya dan dipenuhi sampah di beberapa bagian arealnya. Sebagai info daging burung Kareo padi sering di jual sebagai daging burung di kaki lima loh.



Sunday, December 4, 2022

SAMPAH MU MERUSAK HABITATNYA

Muara Angke adalah salah satu muara yang terdapat di Jakarta, dimana di muara ini merupakan pertemuan antara Kali Angke serta Sungai Ciliwung yang melewati Banjir Kanal Barat. 

Untuk kondisi sampahnya jangan di tanya, NUMPUK! semua disini. Bulan Juni lalu Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) melakukan Brand Audit di perairan Muara Angke dan di dapatkan hasil bahwa sampah sachet dari lima perusahaan telah mencemari perairan Jakarta. ditemukan bahwa sachet PT Unilever mendominasi pencemaran sampah sachet di perairan Jakarta, kemudian disusul oleh Indofood, Wings, santos Jaya dan Mayora. info selengkapnya di link ini 

Kondisi sampah yang terlalu banyak ini tidak hanya di keluhkan oleh para nelayan di Muara Baru, dari sudut pandang lain, bila burung bisa berteriak maka mereka pun akan berteriak dan mungkin berdemo bahwa habitat mereka pun terganggu oleh sampah-sampah buangan manusia.

#sampahmumerusakhabitatnya




Thursday, December 1, 2022

AVERTEBRATA ANEH DI GUNUNG CYCLOOP PAPUA


Pegunungan Cycloop atau Dafonsoro adalah salah satu Cagar Alam yang terdapat di propinsi Papua. Pegunungan ini akan terlihat jelas dalam penerbangan pesawat ketika hendak mendarat di bandara Sentani. Pegunungan yang menjadi daerah resapan air bagi danau sentani dan daerah sekitarnya merupakan area yang di anggap sakral bagi masyarakat Papua. 

Awal mula gunung ini dinamai Cycloop bermula pada 1768. Kala itu Louis-Antoine de Bougainville, pelaut Perancis, berlabuh di Teluk Humboldt. Ia melihat pegunungan di pesisir utara Jayapura yang sepintas seperti raksasa bermata satu yang sedang tidur. Maka Bougainville menamai pegunungan ini dengan sebutan Cycloop.

Di pegunungan ini terdapat jenis-jenis hewan endemik papua seperti burung cendrawasih, kanguru pohon hingga landak semut irian. selain hewan-hewan vertebrata atau bertulang belakang, ternyata hewan-hewan Avertebrata yang di temukan di sana pun aneh-aneh. 

Berikut adalah hewan-hewan Avertebrata yang saya dokumentasikan ketika mengunjungi Pegunungan Cycloop beberapa tahun silam, menggunakan kamera Fujifilm Finepix HS35 EXR + Raynox DCR-250

Foto diatas adalah jenis avertebrata dari golongan Harpactorinae atau dalam bahasa inggris dikenal sebagai Assasin Bug (Anbu). Jenis ini adalah serangga predator dimana dengan kejam Anbu ini akan menerjang mangsanya dan menusuk tubuh mangsanya dengan belalainya dan menghisap cairan yang terdapat di tubuh mangsanya hingga kering.

Awal melihat belalang ini selalu membuat saya tertawa, karena tidak tahu jenisnya, saya dan teman saya menyebut belalang ini dengan sebutan Belalang Ngangkang (Benga), karena bentuk kakinya ketika menutup dan bertengger berbeda dengan belalang lain, yak kaki belalang ini menutup kesamping bukan ke atas he he he ....

Kumbang dari keluarga Lycidae, awalnya saya banyangkan sebagai penari samba di Brazil dengan antena yang menjulang, terutama ketika melihat ke kanan dan kiri, ya kita juluki dia sebagai Kumbang Samba (Kumba).

Takjub saya ketika melihat laba-laba ini, awalnya saya pikir ini rajungan yang menyamar sebagai laba-laba he he he sampai sekarang saya menemukan petunjuk ini jenis laba-laba apa, ya sementara kita sebut dia sebagai Rajungan Fake (Rafa).

Ini dia si Kupla (Kutu-daun Plastik) he he he awalnya saya lihat dari jauh ada plastik yang menempel di daun lalu saya perhatikan kok bergerak, apa karena angin? tapi gerakannya lambat dan konstan lalu saya dekati lagi eh kutu daun ternyata.

ini jenis Serangga Ranting (Sera) yang menurut saya paling kereeeen ... karena awalnya saya pikir lumut, pas diperhatikan lagi eh ini ada serangga ranting dan dia melakukan kamuflase atau mengaburkan tubuhnya dengan lingkungan sekitar, tujuannya ya untuk menghindari pemangsa.

Ketika awal melihat serangga ini, saya pikir ulat namun kok ada sayap dan mengkilap. Cari-cari di internet ternyata ini jenis serangga dari keluarga Cercopidae, dan ciri keluarga ini adalah memakan batang-batang tumbuhan (Xilem), uniknya dalam bahasa inggris serangga ini disebut Froghopper ya kalo kita Indonesiakan menjadi Belalang Katak (Beka) he he he

Salah satu belalang yang menarik selain si Beka, adalah Bedur (Belalang Berduri) ini, seluruh tubuhnya diliputi duri-duri sehingga burung pun enggan untuk memakan dirinya, takut nyangkut di tenggorokan he he he

Kumbang weevil ini menarik, mengingatkan saya akan musuh godzilla, terlebih di tutupi duri-duri dan membuat dirinya bisa berkamuflase seperti batu, mari kita namai dia Weeevil Berbatu (Wibu) he he he

Nah kalo kumbang weevil yang satu ini bentuk nya agak pendek dan bantet, berbeda dengan weevil lainnya sehingga saya namai dia Si Bantet (Siba).

Nah itulah beberapa serangga yang bisa di jumpai di Pegunungan Cycloop, menarik dan aneh-aneh bukan, nah apakah kalian pernah menjumpai hewan-hewan ini di alam? Silahkan kalian komentar di warung pecel lele mpok Lela di samping he he he (waduh kena racun Obrolan Panas nih)

Thursday, November 24, 2022

RAYAP TANAH YANG MENAKJUBKAN

Jika mendengar kata rayap, yang langsung terpikirkan adalah kayu yang keropos he he he, memang rayap adalah hewan perusak terutama furniture yang terbuat dari kayu. Serangga ini hidup secara berkoloni, bersarang dan hidup dengan memakan kayu sehingga menimbulkan kerusakan serta kerugian ekonomi. Sama seperti lebah dan semut, rayap juga mempunyai sistem kasta dalam kehidupannya, kasta tersebut terdiri dari Ratu, Rayap Prajurit dan Rayap Pekerja, namun tahukah kalian, tidak semua Rayap adalah serangga perusak, salah satunya adalah Rayap Tanah.

 

FUNGSI RAYAP TANAH

Dari pengalaman blusukan ke hutan, ada jenis rayap tanah yang membuat saya takjub, jenis pastinya belum pasti namun genusnya adalah Tenuirostritermes. Jenis ini saya temukan di hutan perbukitan di kabupaten Sarolangun, Jambi dan hutan rawa gambut di Semenanjung Kampar, Riau.

Rayap tanah dan keluarganya ternyata adalah serangga purba yang sudah hidup sejak 200 juta tahun lalu dan rayap ini memiliki peranan penting bagi lingkungan terutama di kawasan hutan. Rayap tanah berfungsi sebagai pengurai yang juga memakan organisme mati dan limbah dari organisme lain. Rayap tanah memiliki manfaat sebagai dekomposer dan membantu siklus nutrisi kembali ke ekosistem.

Rayap tanah juga membantu membentuk proses siklus air tanah di hutan melalui sarang-sarangnya yang ada di dalam tanah. Rongga-rongga sarang rayap yang malang melintang di dalam tanah akan membantu air hujan meresap masuk ke dalam tanah untuk kemudian diserap oleh akar tanaman dan menjadi simpanan air tanah, luar biasa bukan.


 

STRATA SOSIAL RAYAP TANAH

Sama seperti semut dan lebah, Rayap tanah juga merupakan serangga sosial, dimana dalam aktivitas sehari-harinya, rayap ini di komandai oleh seekor ratu. Satu ekor ratu memerintah ribuan individu rayap. Koloni rayap terdiri dari tiga kasta utama yaitu, kasta pekerja, kasta prajurit dan kasta reproduktif. Tugas dari kasta-kasta tersebut antara lain adalah :

Kasta pekerja, Rayap kasta pekerja umumnya berukuran kecil dan memiliki jumlah terbanyak dibandingkan kasta lainnya. Tugasnya untuk mencari makan, memberi makan rayap kasta lain, merawat dan membersihkan telur rayap, membersihkan tubuh rayap kasta lain, serta membuat dan merawat sarang.

Kasta prajurit, Rayap kasta prajurit memiliki ciri berupa ukuran kepala yang besar dan tubuh yang kekar. Tugas rayap prajurit adalah untuk melindungi koloni dari ancaman dan gangguan dari luar serta mengatur pergerakan kasta pekerja ketika melakukan pekerjaan.

Kasta reproduktif, Rayap kasta reproduktif bertugas untuk menemukan tempat baru untuk koloni, bereproduksi dan memberi makanan untuk spesies yang baru lahir. Rayap reproduktif terdiri dari raja dan ratu, dimana bagian (perut) rayap ratu lebih besar daripada rayap raja. Tugas pejantan atau raja adalah membuahi rayap betina agar dapat berkembang biak dengan cara bertelur.

Friday, November 18, 2022

JULANG PAPUA SANG PETANI HUTAN

Petani tak hanya identik dilakukan oleh manusia, di dunia burung keluarga dari Bucerotidae adalah para petani hutan. Kenapa mereka disebut sebagai petani? Karena burung ini merupakan agen pemencar biji pohon-pohon di dalam hutan, salah satunya buah ara (Ficus sp.) dan menariknya Julang Papua ini dalam sehari bisa memencarkan biji-bijian perpuluh-puluh kilometer terutama di daerah Papua dan Maluku.

 

MORFOLOGI DAN DISTRIBUSI

Julang Papua berukuran besar (65-85 cm), dengan warna jantan dan betina berbeda, jantan kepala berwarna jingga cerah dengan tenggorokan putih cerah dan betina kepala hitam dengan tenggorokan berwarna biru. Julang Papua di Indonesia tersebar di Kepulauan di Maluku (Ambon hingga Halmahera) serta di sebagian besar Pulau papua dan pulau sekitarnya. Indonesia sendiri mempunyai 13 jenis julang dari 59 jenis yang ada di seluruh dunia.


PAKAN DAN KEBIASAAN

Pakan utama Julang Papua adalah buah-buahan dari jenis Ficus sepicana, Ficus sciaphila serta buah pohon lainnya seperti Varingia grossularia, Arenga saccarifera, Myristica fatua, Pometia pinnata. Julang ini tercatat juga memakan kepiting dan sarang lebah. dalam buku “Birds and mammals of the Bukit Barisan Selatan National Park, Sumatra” Margaret F. Kinnaird dan Timothy G. O’Brien mengatakan Julang atau Rangkong dapat dijadikan indikator hutan sehat atau tidak karena kebutuhan dasar Julang dalam memerlukan pohon dengan diameter besar sebagai sarangnya.

Seperti jenis Julang lainnya, Julang Papua juga ketika bersarang akan membutuhkan lubang pohon di pohon yang berdiameter besar. Ketika mengerami telur, betina akan di kurung oleh jantan dan setiap hari pakan betina akan di suplai oleh sang jantan. Julang Papua dikenal sebagai jenis yang setia terhadap pasangan, karena hingga keduanya tua dan wafat pasangannya itu-itu saja.


ANCAMAN

Perubahan hutan, terutama penebangan pohon dengan diameter besar merupakan ancaman bagi burung ini belum lagi perburuan, mungkin tidak semasiv perburuan julang ini di bandingkan dengan sepupunya Rangkong gading dan Rangkong badak, namun jika di renungkan sejenak, jika burung ini sedang bersarang dan jantan tiap hari mensuplai makanan ke lubang sarang, tiba-tiba jantan mati akibat tembakan pemburu maka tidak hanya jantan saja yang mati, karena betina dan calon anak yang tiap hari di suplai makanan oleh jantan juga akan mati karena kelaparan.

 

Sumber : Dikutip dari berbagai sumber

 

 

Tuesday, November 8, 2022

ITIK BENJUT PENGHUNI KAPAL KOSONG

 

Bentuk kepala itik ini memang menonjol, sehingga dalam Bahasa Indonesia disebut dengan nama Itik benjut, sedangkan nama latinnya adalah Anas gibberifrons dan Sunda Teal adalah nama inggrisnya karena mengacu jenis ini yang hanya tersebar di daerah paparan Sunda.

 

MORFOLOGI DAN PERSEBARAN

Itik ini mempunyai warna dominan abu-abu coklat, dengan beberapa bagian di sayap berwarna biru dan putih yang hanya terlihat ketika sedang terbang. Ciri khas kepalanya tonjol di dahi, namun individu betina tidak setonjol jantan kemudian matanya berwarna merah. Paruh pipih khas keluarga Anatidae yang berfungsi untuk menyosor di air dan menyaring makanan. Kakinya berwarna coklat gelap dengan web yang menutupi seluruh jarinya.

Itik benjut merupakan jenis asli Indonesia, dimana persebarannya meliputi pulau-pulau di Sunda Besar (Sumatera, Kalimantan, Jawa-Bali), pulau-pulau di Sunda Kecil (Lombok, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur hingga Sumba) serta sebagian besar wilayah di Sulawesi dan pulau-pulau sekitarnya.


KEBIASAAN DAN HABITAT

Itik benjut sama seperti bebek lainnya, merupakan golongan pemakan segalanya (omnivore), namun hingga saat ini belum ada penelitian soal pakan pastinya dari itik benjut ini. 

Itik ini sangat mudah beradaptasi dengan berbagai lahan basah, seperti di daerah pertambakan, rawa, hutan mangrove hingga daerah tercemar seperti di Muara Angke dan Teluk Jakarta. Menariknya di Teluk Jakarta, itik benjut menggunakan kapal pengisi pasir yang kosong dan sedang bersandar di Teluk Jakarta, Kapal tersebut dahulu di pergunakan untuk mengerasakan pasir dalam pembuatan pulau reklamasi, Itik benjut diduga memanfaatkan pipa-pipa berlubang di kapal tersebut sebagai tempat bersarang.




Membongkar Identitas Sang Penyamar: Sengkarut Taksonomi Bunglon Invasif di Jantung Nusantara

Di rimbun pembatas perkebunan kelapa sawit Kalimantan Utara, hingga ke kerapatan vegetasi pesisir Teluk Bintuni, Papua Barat, sebuah ledakan...