Translate

Thursday, December 22, 2022

LOGO JAKARTA SELATAN YANG KEMBALI MUNCUL

Gelatik Jawa (Padda oryzivora) adalah jenis yang tahun 1970an umum di Jakarta Selatan, sehingga jenis ini di tetapkan sebagai maskot hewan dari daerah walikotamadya Jakarta Selatan. Seiring perkembangan dunia pertanian dan karena jenis ini juga menyukai bulir padi maka terjadilah penangkapan besar-besaran burung demi dalih pembersihan hama padi di lahan pertanian dan perkebunan, Gelatik jawa pun perlahan menghilang dari Jakarta Selatan, hingga tahun 2010 di temukan beberapa populasi kecil di pinggir Jakarta Selatan.

 

HEWAN PELIHARAAN YANG ADAPTIF

Menurut catatan Burung Indonesia, penangkapan gelatik jawa untuk memenuhi kebutuhan pasar burung peliharaan baik di wilayah domestik dan internasional mengalami puncaknya pada dekade 1960-an hingga 1970-an. Kebiasaannya yang suka bergerombol menjadikan burung ini gampang di tangkap.

Perdagangan burung ini selain di Pulau Jawa, juga meliputi pulau-pulau besar di Indonesia, dan tak hanya itu untuk ke luar negeri, jenis ini di minati mulai dari benua Eropa, Amerika, Australia hingga Asia Timur seperti Jepang.

Yang menarik adalah, karena daya adaptasi yang tinggi, ada suatu waktu burung ini terlepas ke alam dan Gelatik jawa mampu bertahan hingga beranak pinak di luar daerah asalnya, Hebaaaaat.


 

KEMBALI KE ASAL

November 2021 yang lalu ada temuan menarik soal Gelatik Jawa di Taman Margasatwa Ragunan, dimana tercatat ada ratusan Gelatik Jawa di temukan terbang bebas di dalam kebun binatang ini. Sedangkan di Agustus 2019, jumlah Gelatik Jawa di Ragunan, mungkin hanya 5 – 8 individu.

Teori sementara akan adanya populasi yang besar di Ragunan dikarenakan, sewaktu Ragunan di tutup akibat pandemik Covid-19, karena kosong tidak ada pengunjung, burung ini dengan leluasa mencari makan bersumber dari pakan burung-burung yang ada di kandang.

Tanpa rasa takut akan kehadiran manusia, pakan melimpah dan tidak ada penangkapan oleh oknum menyebabkan populasi burung ini meningkat drastis.

Namun sayangnya seiring kondisi Ragunan yang kembali normal, di bulan November 2022, burung ini sudah jarang terlihat di lokasi waktu ditemukan pada tahun 2021. Gelatik Jawa memang masih banyak populasinya di Ragunan namun terkonsentrasi di beberapa area dan perkembangiakan burung ini masih berjalan dengan normal, dimana tercatat keberadaan individu muda dan lubang di pohon sebagai sarang Gelatik Jawa ketika berbiak.

Akhirnya maskot Jakarta selatan ini kembali ke daerah asalnya dan menghiasi langit Jakarta.


Tuesday, December 20, 2022

BUNGLON ALIEN SI PEMBUAT RUSUH

Jika mendengar nama Alien, pasti yang terbayang adalah luar angkasa atau makhluk diluar bumi kita, yup dalam dunia satwa juga ada satwa-satwa yang dikenal sebagai jenis alien. Jenis Alien adalah spesies yang dibawa/terbawa masuk ke suatu ekosistem secara tidak alami. Yang umum adalah satwa tersebut dahulu adalah peliharaan, kemudian terlepas ke alam secara sengaja atau tidak sengaja. Salah satu jenis alien tersebut adalah Bunglon Taman (Calotes versicolor).


ALIEN YANG RUSUH

Bunglon Taman, daerah distribusi aslinya terbentang dari India hingga Semenanjung Malaysia. Bagaimana jenis ini bisa ada di Indonesia terutama di Jakarta adalah berawal dari hewan peliharaan yang terlepas secara sengaja. Ada juga yang terlepas tak sengaja dari pasar hewan.

Bunglon dengan ukuran kepala hingga ujung ekor mencapai 40 cm ini adalah jenis yang adaptif dan oportunis. Mungkin karena tidak ada predator alaminya di Indonesia sehingga mereka seenaknya menyebar dan berkembang biak, mereka makan apa saja yang mereka temukan, bahkan predator seperti belalang sembah saja mereka makan.

Salah satu bunglon local yang terkena imbasnya adalah si Bunglon Pohon (Calotes jubatus). Karena Bunglon pohon hanya dapat berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya, berbeda dengan si Alien yang bisa nyebrang jalan … apa nyebrang jalan? Yup bunglon ini punya kelebihan berani menyebrang jalan di tengah lalu lintas yang banyak mobil.

Emang rusuh ni bunglon, selain merusak ekosistem dia juga senang nyebrang jalan sembarangan he he he

Tuesday, December 13, 2022

KELUARGA TIKUSAN DI HUTAN MANGROVE ANGKE

Ada yang tahu kah ada burung yang mempunyai nama tikusan? Yup penamaan tersebut dikarenakan burung golongan ini memang ukuran nya kecil dan lincah pergerakannya. Burung-burung ini termasuk ke dalam keluarga Ralidae, dan di keluarga burung tersebut juga termasuk kelompok burung kareo dan mandar.

 

BURUNG TIKUSAN

Tikusan merah (Zapornia fusca) dan Tikusan alis-putih (Amaurornis cinerea) adalah jenis burung yang memakai nama tikusan, kedua jenis ini berukuran kecil sekitar 18 – 20 cm. Kedua jenis ini merupakan pemakan omnivora atau pemakan segalanya seperti moluska, serangga air, larva serangga, biji, pucuk tumbuhan rawa dan lain-lain.



JENIS SELAIN TIKUSAN

Selain yang bernama tikusan, keluarga burung tikusan yang hidup di mangrove angke juga terdapat jenis burung Kareo padi (Amaurornis phoenicurus) dan Mandar besar (Porphyrio porphyrio), kedua jenis burung ini ukurannya lebih besar di bandingkan tikusan, sekitar 25 – 40 cm namun sama-sama Omnivora sehingga 4 jenis ini kadang berbagi relung di hutan mangrove angke yang kecil luasannya dan dipenuhi sampah di beberapa bagian arealnya. Sebagai info daging burung Kareo padi sering di jual sebagai daging burung di kaki lima loh.



Sunday, December 4, 2022

SAMPAH MU MERUSAK HABITATNYA

Muara Angke adalah salah satu muara yang terdapat di Jakarta, dimana di muara ini merupakan pertemuan antara Kali Angke serta Sungai Ciliwung yang melewati Banjir Kanal Barat. 

Untuk kondisi sampahnya jangan di tanya, NUMPUK! semua disini. Bulan Juni lalu Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) melakukan Brand Audit di perairan Muara Angke dan di dapatkan hasil bahwa sampah sachet dari lima perusahaan telah mencemari perairan Jakarta. ditemukan bahwa sachet PT Unilever mendominasi pencemaran sampah sachet di perairan Jakarta, kemudian disusul oleh Indofood, Wings, santos Jaya dan Mayora. info selengkapnya di link ini 

Kondisi sampah yang terlalu banyak ini tidak hanya di keluhkan oleh para nelayan di Muara Baru, dari sudut pandang lain, bila burung bisa berteriak maka mereka pun akan berteriak dan mungkin berdemo bahwa habitat mereka pun terganggu oleh sampah-sampah buangan manusia.

#sampahmumerusakhabitatnya




Thursday, December 1, 2022

AVERTEBRATA ANEH DI GUNUNG CYCLOOP PAPUA


Pegunungan Cycloop atau Dafonsoro adalah salah satu Cagar Alam yang terdapat di propinsi Papua. Pegunungan ini akan terlihat jelas dalam penerbangan pesawat ketika hendak mendarat di bandara Sentani. Pegunungan yang menjadi daerah resapan air bagi danau sentani dan daerah sekitarnya merupakan area yang di anggap sakral bagi masyarakat Papua. 

Awal mula gunung ini dinamai Cycloop bermula pada 1768. Kala itu Louis-Antoine de Bougainville, pelaut Perancis, berlabuh di Teluk Humboldt. Ia melihat pegunungan di pesisir utara Jayapura yang sepintas seperti raksasa bermata satu yang sedang tidur. Maka Bougainville menamai pegunungan ini dengan sebutan Cycloop.

Di pegunungan ini terdapat jenis-jenis hewan endemik papua seperti burung cendrawasih, kanguru pohon hingga landak semut irian. selain hewan-hewan vertebrata atau bertulang belakang, ternyata hewan-hewan Avertebrata yang di temukan di sana pun aneh-aneh. 

Berikut adalah hewan-hewan Avertebrata yang saya dokumentasikan ketika mengunjungi Pegunungan Cycloop beberapa tahun silam, menggunakan kamera Fujifilm Finepix HS35 EXR + Raynox DCR-250

Foto diatas adalah jenis avertebrata dari golongan Harpactorinae atau dalam bahasa inggris dikenal sebagai Assasin Bug (Anbu). Jenis ini adalah serangga predator dimana dengan kejam Anbu ini akan menerjang mangsanya dan menusuk tubuh mangsanya dengan belalainya dan menghisap cairan yang terdapat di tubuh mangsanya hingga kering.

Awal melihat belalang ini selalu membuat saya tertawa, karena tidak tahu jenisnya, saya dan teman saya menyebut belalang ini dengan sebutan Belalang Ngangkang (Benga), karena bentuk kakinya ketika menutup dan bertengger berbeda dengan belalang lain, yak kaki belalang ini menutup kesamping bukan ke atas he he he ....

Kumbang dari keluarga Lycidae, awalnya saya banyangkan sebagai penari samba di Brazil dengan antena yang menjulang, terutama ketika melihat ke kanan dan kiri, ya kita juluki dia sebagai Kumbang Samba (Kumba).

Takjub saya ketika melihat laba-laba ini, awalnya saya pikir ini rajungan yang menyamar sebagai laba-laba he he he sampai sekarang saya menemukan petunjuk ini jenis laba-laba apa, ya sementara kita sebut dia sebagai Rajungan Fake (Rafa).

Ini dia si Kupla (Kutu-daun Plastik) he he he awalnya saya lihat dari jauh ada plastik yang menempel di daun lalu saya perhatikan kok bergerak, apa karena angin? tapi gerakannya lambat dan konstan lalu saya dekati lagi eh kutu daun ternyata.

ini jenis Serangga Ranting (Sera) yang menurut saya paling kereeeen ... karena awalnya saya pikir lumut, pas diperhatikan lagi eh ini ada serangga ranting dan dia melakukan kamuflase atau mengaburkan tubuhnya dengan lingkungan sekitar, tujuannya ya untuk menghindari pemangsa.

Ketika awal melihat serangga ini, saya pikir ulat namun kok ada sayap dan mengkilap. Cari-cari di internet ternyata ini jenis serangga dari keluarga Cercopidae, dan ciri keluarga ini adalah memakan batang-batang tumbuhan (Xilem), uniknya dalam bahasa inggris serangga ini disebut Froghopper ya kalo kita Indonesiakan menjadi Belalang Katak (Beka) he he he

Salah satu belalang yang menarik selain si Beka, adalah Bedur (Belalang Berduri) ini, seluruh tubuhnya diliputi duri-duri sehingga burung pun enggan untuk memakan dirinya, takut nyangkut di tenggorokan he he he

Kumbang weevil ini menarik, mengingatkan saya akan musuh godzilla, terlebih di tutupi duri-duri dan membuat dirinya bisa berkamuflase seperti batu, mari kita namai dia Weeevil Berbatu (Wibu) he he he

Nah kalo kumbang weevil yang satu ini bentuk nya agak pendek dan bantet, berbeda dengan weevil lainnya sehingga saya namai dia Si Bantet (Siba).

Nah itulah beberapa serangga yang bisa di jumpai di Pegunungan Cycloop, menarik dan aneh-aneh bukan, nah apakah kalian pernah menjumpai hewan-hewan ini di alam? Silahkan kalian komentar di warung pecel lele mpok Lela di samping he he he (waduh kena racun Obrolan Panas nih)