Halo, pecinta kucing! Pernah dengar tentang Kucing Busok? Bukan kucing yang bau busuk seperti namanya terdengar, tapi ras kucing asli Indonesia yang super unik dan langka. Kucing ini sering disebut sebagai "Leopard dari Pulau Raas" karena penampilannya yang gagah dan misterius. Berasal dari Pulau Raas di Madura, Jawa Timur, Kucing Busok adalah harta karun endemik yang hanya ada di sana. Bayangkan, populasi murninya diperkirakan kurang dari 100 ekor pada 2016, membuatnya lebih langka dari banyak ras internasional. Yuk, kita bahas lebih dalam tentang keunikan, habitat, perbedaan dengan ras lain, dan sejarah bagaimana ras ini "terpisah" dari dunia luar.
Pada masa lampau, Kucing Busok jadi ikon mistis di Madura, dipercaya membawa keberuntungan dan bahkan dipelihara oleh para bangsawan. Penduduk Raas sangat melindungi mereka, melarang dibawa keluar pulau untuk menjaga kemurnian gen. Akibatnya, ras ini "terpisah" dari dunia luar selama berabad-abad, menghindari persilangan dengan kucing domestik lain. Baru pada 2018, asosiasi seperti IBRA (Indonesian Busok Raas Association) dibentuk untuk melestarikan dan memperkenalkannya ke dunia, hingga akhirnya diakui oleh World Cat Federation (WCF). Isolasi ini mirip dengan bagaimana spesies endemik seperti komodo berkembang di pulau terpencil, tapi untuk kucing, ini bikin Busok punya variasi genetika tinggi yang unik.
Habitatnya? Pulau Raas adalah surga karang seluas 39 km persegi, dikelilingi laut biru dan pantai berbatu. Di sini, Kucing Busok hidup bebas di antara rumah penduduk, hutan mangrove, dan ladang. Iklim tropis Madura membuat mereka adaptif terhadap panas dan kelembapan tinggi. Mereka bukan kucing rumahan biasa; sering berburu tikus atau ikan kecil, menunjukkan naluri liarnya. Penduduk setempat memperlakukan mereka seperti anggota keluarga, memberi makan ikan segar dan melindungi dari ancaman luar. Sayangnya, ancaman seperti perkawinan silang dengan kucing liar dari luar pulau membuat populasi murni semakin menurun. Penelitian menegaskan, Busok memang endemik Raas—tak ditemukan di daerah lain, membuktikan isolasi geografis pulau ini jadi kunci kelangsungan mereka.
Nah, keunikannya apa saja? Pertama, penampilan: Bulu pendek halus berwarna abu-abu kebiruan (blue), hitam, cokelat, atau lilac, tanpa corak lain—mirip British Shorthair tapi lebih atletis. Tubuhnya sedang tapi kokoh, berotot, dengan kepala persegi atas dan dagu lancip, telinga runcing mencuat ke atas, dan hidung sedang. Yang ikonik: Ekor pendek atau bahkan tak ada, sering bengkok seperti bobtail Jepang. Suaranya nyaring dan dalam, vokal banget! Mereka aktif, setia pada pemilik, dan punya mitos bawa hoki—konon bisa mengusir roh jahat. Berbeda dari ras lain, Busok punya telinga memanjang ke depan, membuatnya tampak lebih "liar" daripada kucing Persia yang fluffy atau Siamese yang ramping.
Apa yang membedakan Busok dengan ras kucing lain? Banyak ras seperti Maine Coon besar dan berbulu panjang, sementara Busok kompak tapi kuat, mirip leopard mini tanpa pola tutul. Tak seperti kucing kampung biasa yang acak gennya, Busok murni tanpa campuran, dengan variasi warna terbatas dan ekor unik. Bandingkan dengan British Shorthair: Busok lebih besar dari kucing kampung tapi tak sebulat itu, plus habitat isolasinya bikin genetikanya beda—tinggi variasi tapi langka. Ras seperti Sphynx tak berbulu, sementara Busok punya bulu halus anti-kotor. Intinya, Busok adalah bukti keanekaragaman alam Indonesia yang tak tergantikan.Kucing Busok bukan sekadar hewan peliharaan, tapi simbol budaya Madura. Dengan upaya pelestarian, semoga ras ini bisa bertahan. Kalau kamu ke Madura, coba lihat langsung ya! Siapa tahu, kamu jatuh cinta sama si abu-abu misterius ini.

