Sunday, January 11, 2026

Kenapa Kota Butuh Burung? Part 1

 


Burung bukan sekadar penghias langit kota. Mereka adalah komponen penting ekosistem perkotaan yang berkontribusi langsung pada kualitas lingkungan dan kehidupan manusia.

Disatu sisi kota butuh burung karena mereka bukan sekadar "tamu" yang bikin ramai atau kotor trotoar, tapi pekerja ekologis yang sangat penting buat menjaga keseimbangan lingkungan di tengah kota yang penuh beton dan asap.

Burung bukan sekadar "penghias" langit kota; mereka memiliki peran krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem urban yang seringkali rapuh. Tanpa burung, kualitas hidup manusia di perkotaan bisa menurun secara signifikan.

Salah satu fungsi utama burung di kota adalah sebagai pengendali hama.

Banyak burung memakan serangga, nyamuk, dan organisme pengganggu lain. Ini membantu menekan populasi hama tanpa pestisida, sehingga lebih aman bagi manusia dan lingkungan.

Contoh kasus di kota Jakarta Burung-burung seperti burung Kerak kerbau, Cipoh kacat, Cucak kutilang, atau Remetuk laut memakan ribuan serangga setiap harinya — ulat, kutu daun, nyamuk, lalat, belalang, dll. Di taman kota, pekarangan, atau pinggir jalan yang ada tanaman.

Point pengendali hama alami serangga oleh burung di kota adalah salah satu jasa ekosistem paling murah dan efektif yang sering kita abaikan. Burung bertindak sebagai predator alami yang mengurangi populasi serangga hama tanpa perlu pestisida kimia, GRATIS.

Pengendalian oleh burung tidak meninggalkan zat kimia di udara atau tanah yang bisa membahayakan kesehatan warga atau hewan peliharaan, kota tidak perlu mengeluarkan anggaran besar untuk penyemprotan (fogging) jika ekosistem burung lokal terjaga dengan baik.

Sebagai contoh Burung Walet dan layang-layang, mereka adalah pemburu udara yang luar biasa. Seekor burung walet dan layang-layang dapat memakan ratusan hingga ribuan serangga kecil (seperti nyamuk, lalat, dan rayap) dalam satu hari sambil terbang.

Lalu ada Burung Gereja, tekukur biasa dan perkutut Jawa, Meskipun kita sering melihat mereka memakan biji-bijian, saat musim berbiak, mereka akan berburu ulat dan serangga kecil secara intensif untuk memberi makan anak-anak mereka yang membutuhkan protein tinggi.

Serangga yang dianggap hama di kota sering kali menjadi vektor (pembawa) penyakit bagi manusia, contohnya nyamuk. Dengan adanya burung yang aktif di sore atau pagi hari membantu mengurangi jumlah nyamuk yang bisa menyebarkan DBD, Malaria, atau virus Zika.

Jadi sebuah kota membutuhkan burung karena mereka menjaga fungsi ekologis, meningkatkan kualitas hidup manusia, dan menjadi indikator penting keberlanjutan lingkungan perkotaan. Tanpa burung, kota menjadi lebih bising, panas, tidak seimbang, dan miskin makna ekologis.

Lalu menurutmu apakah burung tidak layak untuk hidup di kota ... ?

No comments:

Kenapa Kota Butuh Burung? Part 1

  Burung bukan sekadar penghias langit kota. Mereka adalah komponen penting ekosistem perkotaan yang berkontribusi langsung pada kualitas li...