<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1261770820913109667</id><updated>2011-09-24T06:37:01.721-07:00</updated><category term='Refleksi'/><category term='Cerpen Iseng'/><title type='text'>- Tentang Aku dan Lingkungan Sekitarku -</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kucingbatu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1261770820913109667/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kucingbatu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ady Site</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02296336501385763006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_m_s3uNgw1Z0/STz86sC9OvI/AAAAAAAAAGM/yQalWbcZedo/S220/Foto+Gw.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1261770820913109667.post-1410105869922751806</id><published>2010-12-27T01:51:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T02:04:10.195-08:00</updated><title type='text'>Berbagai Manfaat Pohon Kersen</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_m_s3uNgw1Z0/TRhiFYVch6I/AAAAAAAAAV0/fXRIh2dGiQ8/s1600/DSC_0450.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 226px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_m_s3uNgw1Z0/TRhiFYVch6I/AAAAAAAAAV0/fXRIh2dGiQ8/s320/DSC_0450.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555297984932775842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pohon itu telah berumur lebih dari 19 tahun semenjak saya belum masuk Taman Kanak-kanak hingga sekarang dimana saya sudah bekerja di umur 26 tahun ini, pohon tersebut masih berdiri kokoh di samping Masjid dekat rumah saya. Dulu di kala kecil, saya dan teman-teman suka memanjat pohon ini dan menjadikannya sebagai menara pemantau ketika kami bermain perang-perangan, karena selain rimbun sehingga cocok sebagai tempat bersembunyi, pohon ini juga mempunyai buah kecil berwarna merah yang rasanya sangat manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon kersen namanya, di Jakarta lebih dikenal dengan nama pohon ceri atau talok. Pohon ini mempunyai beberapa nama di Negara lain seperti di Malaysia dikenal dengan nama kerukup siam, di Filipina dinamai datiles, aratiles, atau manzanitas. Di Spanyol dikenal dengan nama capulin blanco, cacaniqua, nigua, niguito, di Inggris disebut Jamaican cherry, Panama berry, atau Singapore cherry. Sedangkan nama latin pohon ini adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Muntingia calabura&lt;/span&gt; L. Pohon kersen bukan jenis asli Indonesia, pohon ini berasal dari daerah Amerika latin seperti Meksiko selatan, Karibia, Amerika Tengah sampai ke Peru dan Bolivia, pada akhir abad-19 pohon kersen dibawa masuk ke Filipina, lalu dengan cepat menyebar di seluruh wilayah tropis Asia Tenggara baik itu dibawa oleh manusia maupun dibawa oleh hewan yang memakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon kersen memang bukan pohon yang dapat tumbuh tinggi menjulang dan besar, maksimal hanya setinggi 12 meter, namun pohon ini memiliki tajuk yang lebar dan biasanya digunakan sebagai pohon peneduh jalan. Selain itu di beberapa tempat kayunya digunakan sebagai kayu bakar dikarenakan kayunya lunak dan mudah kering. Kulit kayunya yang mudah dikupas digunakan sebagai bahan tali dan kain pembalut. Daunnya juga dapat dijadikan semacam teh dan digunakan oleh masyarakat di Peru sebagai obat tradisional sakit kepala dan anti radang, di Indonesia secara tradisional buah kersen digunakan untuk mengobati asam urat dengan cara mengkonsumsi buah kersen sebanyak 9 butir 3 kali sehari hal ini terbukti dapat mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan dari penyakit asam urat. Buah kersen sangat digemari di Meksiko, sehingga dijual dalam jumlah banyak di pasar-pasar tradisional, buah kersen bisa juga diawetkan dan dibuat selai seperti di Srilangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah pohon Kersen se&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_m_s3uNgw1Z0/TRhjg-sx_EI/AAAAAAAAAV8/MTg39fMz2-Q/s1600/Punai%2Bmakan%2Bbuah%2BKersen.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 205px; height: 270px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_m_s3uNgw1Z0/TRhjg-sx_EI/AAAAAAAAAV8/MTg39fMz2-Q/s320/Punai%2Bmakan%2Bbuah%2BKersen.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555299558599294018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;lain disukai manusia merupakan pakan bagi burung dan kelelawar. Dari pemantauan saya beberapa burung yang suka memakan buah pohon kersen adalah burung Cabai Jawa (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dicaeum trochileum&lt;/span&gt;) burung kecil dengan ukuran 8 cm, jantan mempunyai warna merah dari kepala hingga dada, badan berwarna abu-abu terang, sayap dan paruh hitam sedangkan betinanya badan bagian atas berwarna coklat sedangkan bawahnya berwarna abu-abu terang. Selain Cabai Jawa burung lain yang doyan makan buah pohon ini adalah Merbah cerukcuk (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pycnonotus goiavier&lt;/span&gt;) saudara sepupu burung kutilang ini mempunyai ciri yang mirip dengan kutilang yaitu sayap berwarna coklat, badan berwarna kelabu dengan warna kuning di bagian bawah ekor, hanya bagian kepala saja yang berbeda, jika kutilang mempunyai kepala berwarna hitam, merbah cerukcuk mempunyai ciri khas jambul serta strip di mata berwarna coklat serta Punai gading (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Treron vernans&lt;/span&gt;). Untuk kelelawar jenis yang sering memakan buah kersen adalah Codot Krawar (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cynopterus brachyotis&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binatang-binatang ini turut serta membantu penyebaran biji pohon kersen ke berbagai tempat, karena biasanya burung Cabai Jawa maupun Merbah cerukcuk akan mengambil buah kersen kemudian diperas untuk mengambil isi yang ada di dalam buah tersebut, biji buah yang tidak tercerna di dalam perut akan terbuang bersama kotoran dan tumbuh di lokasi yang jauh dari pohon induknya. Sama halnya dengan kelelawar, biji buah yang tidak termakan menempel di badan kelelawar kemudian ketika kelelawar membersihkan diri biji tersebut jatuh ke tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat dari perbuatan binatang-binatang tersebut biji kersen dapat tumbuh dimana-mana tergantung burung dan kelelawar membuangnya ke mana, bisa jadi tumbuh di selokan, tepi sungai, samping rumah dan karena jenis-jenis binatang pemakan buah ini juga merupakan binatang yang umum di perkotaan seperti kota Jakarta maka pohon kersen banyak ditemui disudut-sudut kota Jakarta dan menjadikan Pohon kersen sebagai salah satu tumbuhan pionir yang paling banyak dijumpai di wilayah hunian manusia di daerah tropis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak manfaat dari sebuah pohon kersen dalam mengisi dinamika kehidupan di dunia ini. Nah adakah pohon kersen di sekitar rumah anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Disadur dari berbagai sumber)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1261770820913109667-1410105869922751806?l=kucingbatu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kucingbatu.blogspot.com/feeds/1410105869922751806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1261770820913109667&amp;postID=1410105869922751806' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1261770820913109667/posts/default/1410105869922751806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1261770820913109667/posts/default/1410105869922751806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kucingbatu.blogspot.com/2010/12/berbagai-manfaat-pohon-kersen.html' title='Berbagai Manfaat Pohon Kersen'/><author><name>Ady Site</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02296336501385763006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_m_s3uNgw1Z0/STz86sC9OvI/AAAAAAAAAGM/yQalWbcZedo/S220/Foto+Gw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_m_s3uNgw1Z0/TRhiFYVch6I/AAAAAAAAAV0/fXRIh2dGiQ8/s72-c/DSC_0450.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1261770820913109667.post-3718650934298482747</id><published>2009-09-03T17:20:00.000-07:00</published><updated>2009-09-03T18:02:08.431-07:00</updated><title type='text'>Yang tersisih dan beradaptasi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di pinggir pantai Jakarta yang dipadati sampah-sampah beraneka macam seperti bungkus mie instant, sterofoam, plastik, hingga sendal jepit. Tampak makhluk mungil berukuran 20 cm sedang asyik berjalan dan menggoyangkan ekornya naik-turun. Dengan seksama dia memperhatikan hamparan lumpur di sekitarnya. Ajaib dia bisa menemukan sebuah kerang kecil di hamparan lumpur yang dipenuhi sampah. Kerang kecil tersebut dipecahkan menggunakan paruhnya dan kemudian memakan hewan lunak yang berlindung di balik cangkang kerang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_m_s3uNgw1Z0/SqBmr8rzPNI/AAAAAAAAAJQ/BcdYqjiwuEM/s1600-h/Trinil+pantai.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 166px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_m_s3uNgw1Z0/SqBmr8rzPNI/AAAAAAAAAJQ/BcdYqjiwuEM/s320/Trinil+pantai.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377410860290620626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Makhluk yang sedang asyik mencari makan tersebut adalah burung Trinil pantai (T&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ringa hypoleucos&lt;/span&gt;) atau orang-orang londo menyebutnya Common Sandpiper. Trinil pantai merupakan jenis burung yang hidup di daerah pesisir pantai dan hutan mangrove yang mempunyai hamparan dataran lumpur (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mudflat&lt;/span&gt;). Gampang sekali untuk mengidentifikasi burung ini, karena setiap dia berjalan pasti dia selalu menggoyangkan ekornya naik-turun (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bobbing&lt;/span&gt;) dan burung ini mempunyai ciri khas paruhnya yang panjang untuk mencari kerang di dasar lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sangat disayangkan di kota Jakarta, burung ini selalu tersisihkan, habitatnya berupa pantai berlumpur atau hutan mangrove selalu diambil paksa dan dialihkan fungsi menjadi pemukiman atau kawasan pabrik. Tahun 1970 merupakan masa habitat burung ini mulai tergusur, dimana awalnya kawasan Ancol yang berupa rimba belantara mulai di babat habis hingga merambat keseluruh pesisir Jakarta. dan saat ini hutan mangrove hanya tersisa di daerah Angke – Kapuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bukan burung Jakarta jika tidak mampu beradaptasi, dimana satwa-satwa yang mampu beadaptasi di lingkungan Jakarta yang Ekstrim dialah yang mampu bertahan hidup. Diantara bangunan dan sampah yang semakin hari semakin menumpuk, burung ini masih mampu hidup. Di pantai Ancol sendiri burung ini masih kerap dijumpai diantara bebatuan penahan gelombang untuk sekedar mencari makan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1261770820913109667-3718650934298482747?l=kucingbatu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kucingbatu.blogspot.com/feeds/3718650934298482747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1261770820913109667&amp;postID=3718650934298482747' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1261770820913109667/posts/default/3718650934298482747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1261770820913109667/posts/default/3718650934298482747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kucingbatu.blogspot.com/2009/09/yang-tersisih-dan-beradaptasi.html' title='Yang tersisih dan beradaptasi'/><author><name>Ady Site</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02296336501385763006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_m_s3uNgw1Z0/STz86sC9OvI/AAAAAAAAAGM/yQalWbcZedo/S220/Foto+Gw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_m_s3uNgw1Z0/SqBmr8rzPNI/AAAAAAAAAJQ/BcdYqjiwuEM/s72-c/Trinil+pantai.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1261770820913109667.post-5219865597731601850</id><published>2008-12-23T20:26:00.000-08:00</published><updated>2008-12-23T20:29:28.193-08:00</updated><title type='text'>Alam Jakarta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_m_s3uNgw1Z0/SVG6T7y_iRI/AAAAAAAAAH4/3P9Y-RO45-8/s1600-h/Sampul+Buku+Alam+Jakarta.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 245px; height: 345px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_m_s3uNgw1Z0/SVG6T7y_iRI/AAAAAAAAAH4/3P9Y-RO45-8/s320/Sampul+Buku+Alam+Jakarta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283208689514154258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siapa sangka di balik rimbunnya hutan beton Jakarta, ternyata kita masih dapat menemukan berbagai jenis satwa yang hidup dari alam yang tersisa. Mencermati fenomena ini, perlu adanya upaya pemahaman tentang pentingnya kelestarian alam agar satwa yang ada tetap terselamatkan. Buku Alam Jakarta yang disusun sebagai buku panduan keanekaragaman hayati yang tersisa di Jakarta merupakan jawabannya. Buku ini merupakan barang langka, pasalnya buku panduan lapangan berbahasa Indonesia sangat jarang ditemui di pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ady Kristanto sang penulis merupakan seorang ahli biologi yang mencoba membagi pengetahuannya seputar kehidupan liar yang tersisa di Jakarta. Buku setebal 218 halaman dengan tampilan full grafis ini mencoba untuk menyajikan hidupan liar yang ada dalam bentuk ringkas, menarik dan informatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi yang disajikan cukup sistematis. Di awal bab kita akan mendapat pengetahuan dasar tentang berbagai permasalahan lingkungan yang ada di Jakarta. Lalu kita diajak untuk mengetahui prinsip dasar pengamatan satwa. Pada bab selanjutnya kita akan berkelana ke ekosistem yang ada di sekitar Jakarta, seperti kawasan pesisir, sungai dan danau serta ekosistem pulau seribu. Dan pada bab terakhir kita diajak untuk melihat kepunahan satwa yang diakibatkan oleh perdagangan liar yang masih marak sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai macam pengetahuan seputar Jakarta akan kita peroleh dalam buku ini. Mulai dari sejarah, arsitektur, sampai ciri khas satwa dan ekosistem yang kita jumpai. Penjelasan lengkap tentang perilaku dan kenampakan fisik satwa yang diamati merupakan keunikan dari buku ini. Sehingga orang awampun serasa terpancing untuk mendalami dunia satwa yang menghebohkan. Tidak sampai disitu, berbagai informasi yang unik dan menarik disajikan dalam bentuk info box.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tampilan penuh warna buku ini dapat menjadi panduan pengamatan sederhana di lapangan. Untuk membantu pengamatan, khususnya burung, di bagian belakang buku ini disediakan pula sebuah form pengamatan yang sudah lengkap dengan informasi habitat dan status lindung burung yang diamati. Serta sudah dilengkapi dengan peta dan rute angkutan umum. Jadi setelah anda membaca buku ini dan ingin membuktikannya langsung di lapangan, buku ini dapat diandalkan. Pemakaian buku ini sebagai panduan lapangan tingkat lanjut perlu ditambah dengan buku panduan lapangan yang sudah direkomendasikan penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunikan buku ini semakin bertambah dengan adanya informasi seputar komunitas yang aktif menyelamatkan keberadaan alam Jakarta. Komunitas tersebut di antaranya Jakarta Green Monster, Jakarta Bird-watcher's Community. Jika anda berminat untuk terlibat aktif menyelamatkan Jakarta, silahkan merujuk alamat komunitas yang tercantum di belakang buku. Selamat membaca dan menyelamatkan alam tersisa Jakarta (Hendra Aquan).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1261770820913109667-5219865597731601850?l=kucingbatu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kucingbatu.blogspot.com/feeds/5219865597731601850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1261770820913109667&amp;postID=5219865597731601850' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1261770820913109667/posts/default/5219865597731601850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1261770820913109667/posts/default/5219865597731601850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kucingbatu.blogspot.com/2008/12/alam-jakarta.html' title='Alam Jakarta'/><author><name>Ady Site</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02296336501385763006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_m_s3uNgw1Z0/STz86sC9OvI/AAAAAAAAAGM/yQalWbcZedo/S220/Foto+Gw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_m_s3uNgw1Z0/SVG6T7y_iRI/AAAAAAAAAH4/3P9Y-RO45-8/s72-c/Sampul+Buku+Alam+Jakarta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1261770820913109667.post-404551821824525222</id><published>2008-12-07T08:51:00.000-08:00</published><updated>2008-12-07T09:26:20.426-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>Qurban oi ...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak terasa hari ini merupakan hari raya Idul Adha, dimana hari ini muslim diseluruh dunia beramal dengan mengqurbankan hewan baik itu kambing, domba, sapi atau unta. dimana-mana baik di komple&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_m_s3uNgw1Z0/STwGgrt3tGI/AAAAAAAAACQ/54xkK6WxKnc/s1600-h/Kambing.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 219px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_m_s3uNgw1Z0/STwGgrt3tGI/AAAAAAAAACQ/54xkK6WxKnc/s320/Kambing.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277100021932078178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;k, perkampungan hingga instansi pemerintahan semuanya melakukan ibadah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dari perjalanan saya menyusuri Jakarta. ada pemikiran yang mengganggu di otak. Di beberapa komplek perumahan mewah, hewan-hewan yang diqurbankan sedikit sekali, sedangkan di kampung-kampung banyak sekali hewannya. kenapa begini ... ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dilihat dari segi ekonomi, masyarakat yang berada di perkampungan pendapatannya tidak terlalu banyak bahkan sedikit dibandingkan dengan yang tinggal di komplek. Tetapi kenapa di daerah komplek sepi sekali sedangkan di kampung ramai ... ? apakah orang-orang di komplek memang pelit? cuma beli kambing yang harganya cuma 5 % dari penghasilannya mereka, mereka tidak mau? kalah dong dengan orang-orang kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi saya jadi bertanya juga, masyarakat di kampung pada ramai-ramai berqurban apakah bersedekah semata-mata demi Allah atau ada embel-embel lain biar dilihat warga sekampung "wooo si A dah berduit rupanya" saya tidak bisa menjawab itu, hanya masing-masing pribadi lah yang bisa menjawabnya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hal ini hanya lah sekelumit pemikiran negatif saya tentang makna qurban, namun seperti yang selalu saya tanamkan di hati "Selalulah berfikir positif terhadap orang lain". mungkin saja yang tinggal di daerah komplek perumahan mewah sedang ada berbagai masalah dan membutuhkan banyak dana sehingga saat ini tidak bisa berqurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan warga di daerah kampung melakukan itu semua tak lain tak lebih karena semata-mata demi Allah. ya kembali lagi itu semua saya kembalikan ke diri masing-masing, apakah sifat-sifat yang saya utarakan ini memang benar-benar ada atau hanya pemikiran negatif dan positif saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Hari Raya Idul Adha.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1261770820913109667-404551821824525222?l=kucingbatu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kucingbatu.blogspot.com/feeds/404551821824525222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1261770820913109667&amp;postID=404551821824525222' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1261770820913109667/posts/default/404551821824525222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1261770820913109667/posts/default/404551821824525222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kucingbatu.blogspot.com/2008/12/qurban-oi.html' title='Qurban oi ...'/><author><name>Ady Site</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02296336501385763006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_m_s3uNgw1Z0/STz86sC9OvI/AAAAAAAAAGM/yQalWbcZedo/S220/Foto+Gw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_m_s3uNgw1Z0/STwGgrt3tGI/AAAAAAAAACQ/54xkK6WxKnc/s72-c/Kambing.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1261770820913109667.post-535527670952589631</id><published>2008-07-06T21:38:00.000-07:00</published><updated>2010-12-27T02:03:18.036-08:00</updated><title type='text'>Katak pohon bergaris</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Katak-pohon bergaris (&lt;em&gt;Polypedates leucomystax&lt;/em&gt;) adalah jenis katak pohon yang gampang ditemukan di Jakarta. Suka berada di pepohonan, habitatnya berada dekat kolam atau rawa di dalam hutan, terdapat juga di hutan bekas tebangan maupun di dekat hunian manusia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Katak ini dalam beberapa bahasa daerah disebut juga sebagai cehay atau cekay (Sd.), perkak (Bms.) dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris kodok ini dikenal sebagai Striped Tree Frog, Four-lined Tree Frog, Common Tree Frog, Banana Frog dan beberapa nama lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Marga Polypedates hanya terdapat 13 jenis, dan 4 jenis diantaranya terdapat di Indonesia. Selain katak ini ada juga katak pohon telinga gelap (&lt;em&gt;Polypedates macrotis&lt;/em&gt;), katak pohon jam pasir (&lt;em&gt;Polypedates colletii&lt;/em&gt;) dan katak pohon telinga bergerigi (&lt;em&gt;Polypedates otilophus&lt;/em&gt;). Sayang ketiga jenis ini tidak terdapat di Jawa tetapi dapat dijumpai di Sumatera, Kalimantan serta beberapa pulau di sekitarnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Katak pohon bergaris, bercirikan punggung (dorsal) berkulit halus, tanpa lipatan, tonjolan atau bintil-bintil. Warna sangat berubah-ubah, coklat muda kekuningan, keabu-abuan sampai pucat keputihan, dengan corak, polos (Gambar 1), berbintik gelap besar dan kecil (Gambar 2), atau bergaris-garis memanjang (Gambar 3). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220134739944933330" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 364px; height: 115px; text-align: center;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_m_s3uNgw1Z0/SHGk43YYB9I/AAAAAAAAABM/A5X_8QZEqhY/s400/Katak+pohon+bergaris.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Katak ini juga dapat berubah warna dari yang berpola agak gelap dan kontras di waktu malam, hingga pucat dan samar-samar di waktu siang. Seperti yang saya temukan pada siang hari di hutan kota srengseng, Jakarta Barat, dia sedang asyik-asyiknya tidur di rumput gajah. Terdapat suatu garis atau pita gelap kehitaman sampai hitam antara hidung dengan mata, terus ke belakang melewati sisi atas timpanum (gendang telinga) sampai ke bahu. Pita hitam itu dibatasi garis tipis kuning keemasan di sebelah atasnya, terutama dari mata hingga ke bahu di atas timpanum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_m_s3uNgw1Z0/SHGrOeilrOI/AAAAAAAAABU/KbsLFjy9ygI/s1600-h/Katak+tidur.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220141708303772898" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 236px; height: 343px;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_m_s3uNgw1Z0/SHGrOeilrOI/AAAAAAAAABU/KbsLFjy9ygI/s400/Katak+tidur.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tangan dan paha dengan garis-garis (coreng) miring kehitaman. Jari-jari di tangan berselaput renang setengahnya atau hampir tak ada. Selaput renang di kaki berwarna kehitaman, mencapai ruas jari paling ujung; kecuali pada jari keempat (yang terpanjang), hanya mencapai ruas kedua dari ujung. Dengan mata besar, menonjol iris kuning keemasan. Bibir atas keemasan, bibir bawah kehitaman.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Katak ini aktif di malam hari (nokturnal), katak ini sering terdengar berbunyi keras sejak menjelang magrib. Mereka memangsa beraneka jenis serangga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada musim kawin, banyak individu jantan (terkadang hingga sekitar 10 ekor) yang berkumpul dekat kolam, parit atau genangan air lainnya. Katak-katak jantan ini memanjat semak-semak rendah atau pohon kecil di dekat genangan, hingga ketinggian 1 m atau lebih di atas tanah, serta bersuara sahut-menyahut dari tenggerannya itu untuk memikat kodok betina. Jika bertemu, pasangan katak pohon ini lalu bergerak mencari posisi daun atau ranting yang menggantung di atas air untuk menempelkan telurnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Telur-telur itu diletakkan di sebuah sarang busa yang dilekatkan menggantung di atas genangan, pada daun, ranting, tangkai rumput, atau terkadang juga pada dinding saluran air. Gelembung-gelembung busa ini akan melindungi telur dari kekeringan, hingga saatnya menetas dan kecebongnya keluar berjatuhan ke air.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di saat musim kawin, beberapa katak jantan menunjukkan sikap agresif terhadap kehadiran cahaya senter dengan menghampiri dan bertengger dekat cahaya, dan lalu bersuara. Bunyinya ”pro-ek.. wrok!... krot..krot..krot” mirip orang menggesekkan giginya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena keberadaannya sangat umum di Jakarta, coba teliti pekarangan anda dapatkan anda temukan katak ini? Selain itu katak pohon bergaris diketahui menyebar di India, Burma, Tiongkok Selatan, Kamboja, Laos, Vietnam, Thailand, Semenanjung Malaya, Nikobar, Mentawai, Sumatra, Borneo, Filipina, Sulawesi, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, hingga ke Timor dan beberapa di introduksi ke Papua. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1261770820913109667-535527670952589631?l=kucingbatu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kucingbatu.blogspot.com/feeds/535527670952589631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1261770820913109667&amp;postID=535527670952589631' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1261770820913109667/posts/default/535527670952589631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1261770820913109667/posts/default/535527670952589631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kucingbatu.blogspot.com/2008/07/katak-pohon-bergaris.html' title='Katak pohon bergaris'/><author><name>Ady Site</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02296336501385763006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_m_s3uNgw1Z0/STz86sC9OvI/AAAAAAAAAGM/yQalWbcZedo/S220/Foto+Gw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_m_s3uNgw1Z0/SHGk43YYB9I/AAAAAAAAABM/A5X_8QZEqhY/s72-c/Katak+pohon+bergaris.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1261770820913109667.post-1320927626830721751</id><published>2008-06-27T06:12:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T23:08:43.679-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Iseng'/><title type='text'>Bondol Merah, Kuning, Hijau, . .  “Wah Bondol Jenis Baru Nih?”</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;“Pak…pak…pak, beliin itu dong, burung yang warnanya merah atau kuning atau yang ijo itu tuh!!” tunjuk seorang anak kepada bapaknya, seketika itu juga mereka menghampiri penjual burung bondol yang ditunjuk anak tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini hanyalah salah satu keberhasilan para penjual burung bondol dalam memikat anak kecil untuk membeli dagangannya. Kebanyakan burung bondol yang dijual ialah jenis Bondol jawa (&lt;em&gt;Lonchura leucogastroides&lt;/em&gt;), Bondol peking (&lt;em&gt;Lonchura punctulata&lt;/em&gt;), dan Bondol haji (&lt;em&gt;Lonchura maja&lt;/em&gt;). &lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_m_s3uNgw1Z0/SGTtWHl5rQI/AAAAAAAAAAU/c9oT2xn5I_4/s1600-h/Bondol.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_m_s3uNgw1Z0/SGTxrjmdovI/AAAAAAAAAAc/aOTs5bkCA5M/s1600-h/Bondol+2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5216559998995112690" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_m_s3uNgw1Z0/SGTxrjmdovI/AAAAAAAAAAc/aOTs5bkCA5M/s320/Bondol+2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bila dibandingkan dengan warna bulu asli dari bondol tersebut, mungkin tidak terlalu menarik hanya sebatas warna hitam, coklat, dan putih. Tetapi yang membuat burung-burung itu semakin menarik ialah warna merah, kuning, hijau, atau warna-warna lainnya yang bukan berasal dari bulunya melainkan warna sepuhan dari penjual untuk memikat pembeli, terutama kalangan anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sejenak kita berfikir, apakah hal seperti itu tidak menyakitkan bagi burung itu sendiri, akibat dari perbuatan orang-orang yang tega menyepuh bulunya. Sepertinya burung itu sedang dipakaikan kostum yang bagus untuk dilelang. Siapa yang menarik dialah yang dipilih.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah kita hanya bisa tinggal diam saja melihat burung-burung itu merasa kesakitan dan tersiksa akibat sepuhan dan dikurung dalam kandang yang sempit?. Memang di pedesaan burung tersebut dianggap hama oleh para petani, tetapi alangkah indahnya jika mereka dibiarkan terbang bebas dialam, berkumpul bersama teman-temannya, mencari makan bersama dan saling bersilahturahmi, tentulah sangat indah untuk disaksikan walaupun bulu asli mereka tidak terlalu menarik untuk diperhatikan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang saya alami sendiri ketika melihat kawanan bondol berterbangan dengan bebas disawah nan hijau dan melihat bondol-bondol tersebut meloncat-loncat riang gembira dari batang padi yang satu ke batang padi yang lain bersama teman-temannya. Seketika itu saya merasa kagum dan takjub atas keagungan ciptaan Allah ... Subhanallah !!!!!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di lain waktu di salah satu hotel di Semarang, saya pernah menyaksikan suatu kejadian yang mengagumkan tentang burung bondol tersebut. Di setiap burung pasti ada parasit yang menempel di bulunya, namun bondol-bondol tersebut mempunyai cara yang unik untuk membunuh parasit-parasit tersebut. Mungkin bisa disebut juga dengan mandi, tetapi bukan air yang digunakan melainkan zat asam yang dikeluarkan oleh semut rang-rang. &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bondol-bondol tersebut satu persatu secara bergiliran hinggap di dekat sarang semut tersebut, karena merasa terganggu tentunya semut-semut tersebut langsung mengeluarkan zat asamnya untuk mengusir makhluk pengganggu dari sarangnya. Lalu bondol tersebut membuka lebar-lebar sayapnya hingga zat asam yang dikeluarkan oleh semut menempel di bulu-bulunya. Setelah merasa cukup, bondol tersebut kemudian terbang dan digantikan oleh bondol lainnya. Sungguh sangat menakjubkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seandainya saja para penjual tersebut bisa merasakan kepedihan yang dirasakan burung tersebut apabila mereka terpisah dari keluarga dan teman-temannya kemudian disepuh lalu dikurung di kandang yang sempit, mungkin mereka akan tetap membiarkan bondol-bondol tersebut hidup bebas di alam tanpa gangguan sedikitpun. Namun dikala ekonomi masih dijadikan alasan, kita tidak akan pernah tahu kapan hal tersebut akan terwujud.&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1261770820913109667-1320927626830721751?l=kucingbatu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kucingbatu.blogspot.com/feeds/1320927626830721751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1261770820913109667&amp;postID=1320927626830721751' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1261770820913109667/posts/default/1320927626830721751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1261770820913109667/posts/default/1320927626830721751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kucingbatu.blogspot.com/2008/06/bondol-merah-kuning-hijau-wah-bondol.html' title='Bondol Merah, Kuning, Hijau, . .  “Wah Bondol Jenis Baru Nih?”'/><author><name>Ady Site</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02296336501385763006</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_m_s3uNgw1Z0/STz86sC9OvI/AAAAAAAAAGM/yQalWbcZedo/S220/Foto+Gw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_m_s3uNgw1Z0/SGTxrjmdovI/AAAAAAAAAAc/aOTs5bkCA5M/s72-c/Bondol+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
